Cara Mengatasi Gizi Buruk Pada Anak

Apakah gizi buruk itu?

Kwashiorkor atau lebih sering dikenal dengan istilah gizi buruk merupakan kondisi seorang anak yang kekurangan asupan makanan yang mengandung energi dan protein yang ditandai dengan berat badan dan tinggi badan jauh di bawah rata-rata.  Anak-anak dalam usia perkembangan sangat rentan terjadinya gizi buruk. Padahal masa ini adalah masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada anak dan gejala apa saja yang dapat menjadi indikator anak masuk dalam catatan gizi buruk.

Penyebab Gizi Buruk

Gizi buruk bukanlah kondisi yang secara tiba-tiba terjadi pada anak. Berlangsungnya gizi buruk pada anak secara berlahan tidak langsung terlihat saat ini juga. Yang menjadi penyebab utamanya gizi buruk yaitu kurangnya makanan dengan kandunga kalori dan protein yang memadai.

Masyarakat di negara berkembang dan juga negara miskin lebih rentan terkena kasus ini. Karena kasus inijuga berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kondisi sosial ekonomi keluarga kurang mampu berpotensi besar menjadi penyebab anak kurang gizi, dikarenakan ketik mampuan memberikan asukapan makanan bergizi seimbang terutama kandungan energi dan protein yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel tubuh anak.

Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola makan yang sehat dan juga kebutuhan gizi pada anak juga ikut mempengaruhi. Anak memerlukan asupan nutrisi yang sesuai dengan usia perkembangannya. Sehingga orang tua sangat diharuskan untuk memahami cara mengatasi gizi buruk pada anak.

Gejala Gizi Buruk

Gejala umum yang mudah teramati adalah anak terlihat sangat kurus, selain itu anak nampak letih, lesu dan tidak bersemangat dalam beraktifitas. Nafsu makan yang menurun juga membuat anak terlihar pucat dan kusut. Anak mengalami perubahan warna kulit, kulit menjadi bersisik, dan lebih parahnya timbul bercak putih pada kulit dengan tepi menghitam. Pipi dan mata nampak lebih cekung. Anak yang mengalami gizi buruk juga rentan terkena infeksi hal ini dikarenakan lemahnya sistem imunitas. anak dengan gizi buruk juga akan mengalami anemia dikarenakan kurangnya zat besi dan vitamin B kompleks.

BACA JUGA :  4 Tips Before Choosing a Place to Get Married in Bali

Cara Mengatasi Gizi Buruk Pada Anak

Kondisi gizi buruk pada anak apabila tidak diatasi dengan cepat dan tepat dan berdampak fatal pada anak. Beberapa dampak yang dapat muncul akibat gizi buruk seperti gangguan kesehatan mental dan emosional, rendahnya IQ anak, timbulnya penyakit infeksi, pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal.

Berikut cara mengatasi gizi buruk pada anak

Jika anak sudah terdiaknosis gizi buruk maka cara mengatasinya harus dilakukan secara bertahap. Trentusaja caranya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang terutama yang mengandung kalori dan protein.

Tahap awal, asupan kalori diberikan terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan energinya tanpa disertai asupan protein, baru ketika kalori sudah terpenuhi dapat diberikan asupan protein secara bertahap mulai dari tahap rendah dan kadarnya dinaikkan secara bertahap.

Pada tahap awal sebaiknya melibatkan doketer untuk dapat mengontrol kondisi anak. Di masa awal perawatan disarankan satu minggu dua kali, kemudia satu minggu sekali, dua minggu sekali dan satu bulan sekali. Hal ini tentu lebih efektif di tahap awal.

Setelah dokter menyatakan kondisi anak sudah baik, maka penanganan dirumah secara mandiri dapat dilakukan. Caranya dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Yaitu menyediakan menu makanan empat sehat lima sempurna yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *